Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Maksud Dari Aset, Liabilitas dan Ekuitas Dalam Akuntansi

Pengertian Dari Aset, Liabilitas dan Ekuitas Dalam Akuntansi Aset, Liabilitas dan Ekuitas merupakan kata-kata yang sering kita jumpai pada mata pelajaran Akuntansi. Apakah yang dimaksud dengan Aset, Liabilitas dan Ekuitas? Berikut akan kami jelaskan mengenai pengertian dan definisi dari Aset, Liabilitas dan Ekuitas. Aset (assets) adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. Aset perusahaan berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang terjadi di masa lalu. Perusahaan biasanya memperoleh aset melalui pengeluaran berupa pembelian atau produksi sendiri. Akan tetapi, tidak adanya pengeluaran yang bersangkutan tidak mengecualikan suatu barang atau jasa memenuhi definisi aset, misalnya barang atau jasa yang telah didonasikan kepada perusahaan dapat dianggap sebagai aset. Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset ter

Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian dan Elemen-elemen Sistem Pembayaran

Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian Peran sistem pembayaran dalam perekonomian semakin hari semakin penting. seiring dengan semakin meningkatnya volume dan nilai transaksi, serta sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi. Dengan semakin meningkatnya transaksi tersebut, maka risiko yang ditimbulkan menjadi semakin besar karena dengan terganggunya sistem pembayaran dapat membahayakan stabilitas sistem dan pasar keuangan secara keseluruhan. Menurut Sheppard (1996) peran penting sistem pembayaran dalam perekonomian adalah sebagai bcrikut: Sebagai elemen penting dalam infrastruktur keuangan suatu perekonomian untuk mendukung stabilitas keuangan. Hal itu disebabkan sistem keuangan dan perbankan berkaitan erat dengan sistem pembayaran. Gangguan di sistem pembayaran akan menimbulkan keterlambatan atau kegagalan kewajiban pembayaran, yang pada gilirannya akan menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap likuiditas dan stabilitas sistem keuangan dan per

Kategori Akutansi, Harta Lancar, Harta Tetap, Harta Tak Berwujud

Kategori Akutansi, Harta Lancar, Harta Tetap, Harta Tak Berwujud Dalam Akuntansi, ada tiga jenis kategori akun, yaitu harta, utang, dan modal yang dinamakan akun riil. Selain itu, ada juga beban dan pendapatan yang dinamakan akun nominal. AKUN RIIL 1. Harta Harta adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan asset perusahaan. Harta dapat diklasifikasikan menjadi: Harta Lancar . Harta yang berbentuk cair dan diasumsikan akan habis terpakai dalam periode berjalan. Misalnya kas, perlengkapan, dan sewa dibayar dimuka. Harta Tetap . Harta yang memiliki masa manfaat (umur ekonomis) lebih dari satu tahun dan bukan untuk dijual kembali. Contoh: gedung, tanah, dan peralatan. Harta Tak Berwujud . Harta yang dimiliki perusahaan sebagai suatu keistimewaan. Contoh: goodwill, hak paten. 2. Utang Utang adalah segala sesuatu yang menjadi kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada pihak luar dalam periode tertentu. Utang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

Kebijakan Sistem Pembayaran di Indonesia

Gambar
Kebijakan Sistem Pembayaran di Indonesia Pendahuluan Sistem pembayaran tidak dapat dipisahkan dari perkembangan uang' yang diawali dari pembayaran secara tunai sampai kepada pembayaran elektronis yang bersifat nontunai. Perkembangan sistem pembayaran didorong oleh semakin besarnya volume dan nilai transaksi. peningkatan risiko. kompleksnya transaksi, dan perkembangan teknologi. Sistem pembayaran tunai berkembang dari commodity money sampai fiat money, sementara sistem pembayaran nontunai berkembang dari yang berbasis warkat (cck. bilyct giro, dan sebagainya) sampai kepada yang berbasis elektronik (kartu dan electronic money). Dengan perkembangan tersebut, peran sistem pembayaran menjadi semakin penting dalam perekonomian. Sistem pembayaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem keuangan dan perbankan suatu negara. Keberhasilan sistem pembayaran akan menunjang perkembangan sistem keuangan dan perbankan, sebaliknya risiko kelidak lanearan atau kegagalan sist